Thursday, March 28, 2013
tutorial : boneka jari dari kain flanel
Hai Felt crafter ! kali ini mari kita ulas tentang boneka jari . Teman-teman pasti sudah kenal kan sama benda yang satu ini. boneka jadi bisa dijadikan sarana edukasi dan bermain untuk anak, ukurannya yang kecil dan desainnya yang sederhana, membuat kita bisa mengkreasikan ke berbagai tema . bisa tema keluarga, hewan, tumbuhan, dll .
Untuk teman-teman yang penasaran pengen bikin sendiri, ada tutorialnya nih dari mba Tiwi, silakan langsung klik link nya :
http://istrigalak.wordpress.com/2011/01/04/finger-puppet-and-hand-puppet/
Selamat mencoba !
Thursday, March 7, 2013
Tutorial : Baby shoes
seperti yang kita tahu, kain felt/ flanel bisa diaplikasikan untuk berbagai hal . Salah satunya, sepatu bayi. kali ini, mari belajar membuat sepatu bayi kreasi sendiri.
ini salah satu contoh kreasi sepatu bayi dari kain flanel. untuk mempercantik, bisa digunakan kain flanel motif. bisa juga dimodifikasi dengan cara ditambah hiasan-hiasan lain. mau buat sendiri?bisa, ada pola dan cara lengkap di link berikut :
http://duniakreasifiet.blogspot.com/2011/03/baby-shoes-tutorial.html
selamat mencoba :)
ini salah satu contoh kreasi sepatu bayi dari kain flanel. untuk mempercantik, bisa digunakan kain flanel motif. bisa juga dimodifikasi dengan cara ditambah hiasan-hiasan lain. mau buat sendiri?bisa, ada pola dan cara lengkap di link berikut :
http://duniakreasifiet.blogspot.com/2011/03/baby-shoes-tutorial.html
selamat mencoba :)
Tuesday, February 19, 2013
AKF 9
apa itu AKF? kok tau2 udah 9 aja? AKF itu singkatan dari Ajang Kreasi FlanelQta
3. Tempat jarum bentuk dorongan bayi dari botol bekas, tutup botol, tutup plastik bekas snack
4. Plastic case utk plastik bekas dan utk wadah perlengkapan mandi dari plastik bekas pospak, kancingnya dari botol bekas
Q : Apa tema AKF 9?
A : Temanya 'RECYCLED FELT CRAFT, jadi teman2 boleh bikin kreasi flanel dalam bentuk apapun yang berasal dari BARANG BEKAS.
Q : Siapa aja sih yang boleh ikut AKF ini?
A : AKF ini boleh diikuti oleh semua anggota Grup FlanelQta, kalo belum jadi anggota, bisa join disini http://www.facebook.com/groups/flanelqta
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
setiap AKF diadakan, ada tema khusus , tenggat waktu yang ditentukan, dan yang pasti ini adalah event seru2an, tanpa hadiah yang tujuannya untuk memicu kreatifitas teman-teman felt crafter .
AKF 9 dengan tema RECYCLED FELT CRAFT diadakan dari tanggal 21 Januari 2013 - 17 Februari 2013.
penasaran liat hasilnya ? mari kita intip beberapa diantaranya :
![]() |
| karya : UmmuBaihaqi Umminya'Aisyah |
ngeliat hasil karya : UmmuBaihaqi Umminya'Aisyah , keren2 kan? tau ga?
1. Sepatu boot batita bg alasnya pakai sol sepatu bekas
2. Kamera dari botol bekas dan tutup tetrapack3. Tempat jarum bentuk dorongan bayi dari botol bekas, tutup botol, tutup plastik bekas snack
4. Plastic case utk plastik bekas dan utk wadah perlengkapan mandi dari plastik bekas pospak, kancingnya dari botol bekas
coba kita cek karya cake stand untuk display felt food :
![]() |
| karya Dyah Saraswati. |
bagus yaaaa :) cake stand ini terbuat dari : CD , kaleng bertutup, sumpit, menggunakan bahan felt pada:CD bagian belakang (bisa berfungsi sebagai coaster), kaleng bertutup bagian kalengnya. selain felt warna coklat muda pakai renda dan katun gingham coklat
kita cek juga pemanfaatan felt untuk menyulap sepatu bekas jadi cantik kembali :
![]() |
| karya Arina Craft |
-------------------------------------------------------------
liat beberapa kreasi crafter, rasanya jadi bersemangat ya. barang-barang yang dianggap tak terpakai lagi ternyata bisa disulap menjadi kreasi yang wah . tapi baru 3 lho, masih ada banyak lagi kreasi AKF 9 di sini : https://www.facebook.com/media/set/?set=a.481443678570188.102373.100001136818826&type=1
tunggu AKF selanjutnya . jangan lupa ikut berpartisipasi ^^
Friday, February 1, 2013
Tutorial : Felt coin purse
wah, lucu sekali ya dompet koinnya. dengan kreasi flanel, kita bisa punya barang lucu yang sekaligus berdaya guna. mau coba buat sendiri? ada tutorialnya di sini :
http://istrigalak.wordpress.com/2011/02/22/my-coin-purse/
Selamat mencoba!
Thursday, January 31, 2013
Felt Crafter Profile 2 : Prapti Kusumastuti (Nupi Nupi)
yuk kenalan sama mbak yang satu ini :)
Pasti banyak teman-teman udah kenal dengan Prapti Kusumastuti , owner dari Nupi-Nupi . Tapi ga ada salahnya kita ngobrol langsung dengan beliau ya , sambil share pengalaman. mba Prapti yang lahir di bulan September ini punya segudang pengalaman kerja , dan akhirnya sekarang menjadi ibu rumah tangga merangkap pemilik online shop. silakan disimak obrolan dengan beliau :)
Pasti banyak teman-teman udah kenal dengan Prapti Kusumastuti , owner dari Nupi-Nupi . Tapi ga ada salahnya kita ngobrol langsung dengan beliau ya , sambil share pengalaman. mba Prapti yang lahir di bulan September ini punya segudang pengalaman kerja , dan akhirnya sekarang menjadi ibu rumah tangga merangkap pemilik online shop. silakan disimak obrolan dengan beliau :)
Hai mba Prapti, bisa ceritakan awal mula berkenalan dengan flanel?
Pertama kali kenal kain flanel waktu SMP (sekitar tahun 1999), bentuknya jemuran baju yang di beri nama (di Malioboro Yogyakarta). Langsung tertarik, tapi tidak tahu beli bahan seperti itu di mana. Berlanjut ketika kuliah, tahun 2004. Teman kost, pulang jalan-jalan dari Manahan (Solo), membawa gantungan kunci love dari kain flanel. Dia bercerita, bahwa barang seperti itu banyak sekali peminatnya. Waktu itu, di Solo, kreasi kain flanel masih merupakan barang baru. Saya mengamati detailnya. Saya langsung yakin bias membuat jahitan seperti gantungan kunci tersebut (tusuk feston). Tanpa menunggu lama, saya mencari toko yang menjual kain flanel. Saya mendapatkan kain flanel di Gramedia. Saya membeli 6 lembar kain flanel warna-warni @ Rp. 2000,-.
Total belanja hanya Rp. 12.000,-. Lem uhu, benang dan jarum, saya minta ibu, karena ibu sering mengisi acara ketrampilan PKK, jadi beliau punya perlengkapan menjahit dan ketrampilan cukup komplit. Barang yang pertama kali saya buat dompet koin dan dompet pensil. Malah bukan gantungan kunci (tidak tahu kenapa/lupa). Saya membuat dompet koin dan dompet pensil 6 buah. Semua jahit tangan. Meskipun baru pertama membuat dan tidak ada contohnya, tapi saya main nalar saja. Hanya memperhatikan dompet pensil yang saya pakai (beli di toko). Prinsip pastinya sama, hanya beda bahan. Begitu pemikiran saya waktu itu. Lalu hasilnya saya perlihatkan kepada teman-teman kost. Mereka tertarik, tapi tidak mau membeli dompet-dompet saya. Jadilah dompet-dompet saya itu tidak laku. Tapi, mereka minta dibuatkan sesuai desain yang mereka inginkan. Sejak itulah, saya mulai menjual kreasi-kreasi saya. Mulai dari bros, frame, dompet pensil, banner name, gantungan kunci. Dan, yang paling fenomenal adalah boneka wisuda. Awalnya, saya sering ikut teman kost jualan bunga segar di acara wisuda universitas. Saya perhatikan, semua penjual ‘hanya’ menjual bunga, kalau bukan bunga segar ya bunga plastik. Pikir saya, barang apa ya yang bisa saya buat dari kain flanel dan di jual di acara wisuda kampus…supaya tidak bunga melulu dan awet/bisa menjadi kenang-kenangan. Lalu, saya melihat ada yang menjual boneka apa tuh, lupa namanya…burung hantu yang pakai toga. Dulu owel seperti itu menjadi simbol/logo sebuah kuis di stasiun TV swasta. Aha! Kenapa tidak membuat boneka wisuda dari kain flanel. Mulailah membuat desain boneka, berkonde dan berjilbab. Teman-teman kost sangat membantu sekali dalam memberikan ide model dan kritik saran. Untuk kemasan, kotak mika saya buat sendiri dari mika meteran. Lalu, saya jual di acara wisuda kampus. Waktu itu, saya menjual boneka wisuda dengan harga Rp.10.000,-, menyaingi harga seikat bunga segar. Pertama kali jualan boneka wisuda, dagangan saya hanya laku 1 boneka, dan banyak calon pembeli yang mengatakan harga boneka saya mahal. Tapi saya pede dengan harga tersebut, karena menurut pemikiran saya, ‘kebetulan’ yang mampir ke lapak saya itu memang budgetnya kecil. Sebenarnya mereka suka/tertarik. Dan pembeli yang punya budget besar, belum tahu ada barang bagus (boneka wisuda saya) yang di jual di acara tersebut, hehehehe. Itu pemikiran saya supaya saya tidak down. Tapi saya menyuport diri saya sendiri secara realistis. Saya tahu, barang saya memang bagus. Karena saya membuatnya serapi mungkin, dan semua saya kerjakan hadmade. Harga yang saya patok, sesuai dengan jerih payah saya. Buktinya, teman-teman kost yang tahu proses pembuatannya, mengatakan harga tersebut murah. Jadi, saya tidak mundur sedikitpun meskipun boneka saya dikatakan mahal oleh calon pembeli. Dan, meskipun penjualan perdana tidak sukses (bisa dikatakan tidak laku), tapi saya yakin, penjualan berikutnya akan lebih bagus. Ini hanya karena orang-orang belum tahu saja, jadi dari rumah mereka hanya merencanakan membeli bunga plastik untuk teman/kerabat mereka. Dan benar, penjualan berikutnya lumayan… Berikutnya lagi, sebelum acara wisuda, sudah banyak yang pesan (di setiap kemasan boneka, saya tempeli merek dan no.hp saya). Yang paling spektakuler adalah, saya bisa menjual habis 50 boneka wisuda saya. Jadi, pendapatan saya waktu itu Rp.500.000,-. Jumlah yang sangat besar waktu itu. Uang saku saya sebulan, jauh dari nilai tersebut. Makan-makan deh satu kost ^^
Wah, seru juga pengalamannya dengan flanel ya mba, naah kalau sekarang, produk andalannya apa nih?
Tentu saja, Paket Belajar Flanel. Kalau kreasi secara spesifik, bisa saya katakan…apa saja, asal bentuknya lucu, kartun banget, dan warna-warnanya ceria. Saya rasa, itulah ciri khas kreasi-kreasi yang saya buat.
![]() |
| beberapa contoh paket belajar dari nupi-nupi |
Dari sekian banyak media berkreasi, kenapa pilih felt yang dipilih?
Kenapa yaaa?.... emmm…sepertinya karena memang cinta. Saya menggemari semua jenis kerajinan tangan, dan saya ingin menguasai semuanya. Saya pernah belajar aneka jenis ketrampilan, dari kreasi lilin, anyaman kertas koran sampai merajut. Tapi tetap saja, kembali ke kain flanel. Padahal saya ingin menguasai dan menekuni sebuah ketrampilan yang tidak terlalu banyak meninggalkan ‘kotoran’, seperti perca flanel. Merajut misalnya, lingkungan tetap akan bersih. Tapi tidak bisa, flanel lagi-flanel lagi. Ya sudah, saya memantapkan diri untuk menekuni dunia kreasi flanel.
Ada kalanya sebagai felt crafter, muncul kejenuhan. mengatasi kejenuhan itu dgn cara apa?
Bidang pekerjaan apapun itu, saya yakin akan menimbulkan kejenuhan. Membuat kreasi flanel adalah hobi, sekaligus pekerjaan saya. Meskipun hobi, tetap saja bisa menimbulkan kejenuhan karena dilakukan terus-menerus. Tapi kejenuhan yang bersifat sementara lho yaa… Untuk mengatasinya, saya rehat 1 hari, jalan-jalan ke ‘pasar’…melihat-lihat saja. Atau, main ke rumah teman. Atau, kalau malas keluar, blogwalking dan baca-baca kultwit para entrepreneur yang sudah sukses. Atau, kalau benar-benar malas…saya sering membayangkan padang rumput hijau, dengan awan biru, dan saya tiduran di bawah pohon (sambil mendengarkan musik relaksasi) sampai ketiduran. Eh, ritual itu sering saya lakukan kalau sedang migrain…dan jadi obat yang ampuh. Coba saja ^^ piknik yang murah meriah…
Mba Prapti kan juga merambah di penjualan bahan dan paket belajar. suka duka nya apa aja nih? kendala yang sering dihadapi apa aja? bagaimana respon orang2 di sekitar?
Saya menceritakan suka dukanya sekedar share saja, bukan berarti mengeluh ya (kadang-kadang saya bingung, maksud saya berbagi pengalaman dan pemikiran..eh dikatakan mengeluh ^^)
Sukanya, karena saya juga memakai bahan-bahan tersebut…segala sesuatunya seolah readystock. Saya ingin memakain bahan apa saja, ada. Kalau tidak ada, dan saya butuh..beli. Sebagian di jual. Dukanya…saya hunting bahan-bahan tersebut sampai ke berbagai kota, sendirian (kadang…sudah jauh-jauh datang, stok sedang kosong -___-“ ) Kadang-kadang saja ditemani asisten (kalau tidak harus menginap). Suami? Suami saya bekerja di luar kota, kami longdistance. Jadi, itulah kenapa kalau hari libur hp saya matikan, nupinupi offline. Karena hanya di hari libur saya bisa bertemu suami ^^ Lagipula keluarga juga harus dapat jatah perhatian kan… (malah meleber kemana-mana, hahaha)
Saya kagum lho, mba prapti dari nupi2 sering sekali buat artikel2 dan tutorial flanel yang oke . resepnya apa nih?
Resep?? Apa yaaa?? Yang pasti, saya hanya menulis artikel tentang sesuatu yang benar-benar saya ketahui dan rasakan sendiri. Jadi membumi, bukan sekedar teori. Kalau mengenai hal yang belum saya ketahui, biasanya saya pelajari dulu, mencoba menerapkannya, baru deh “koar-koar” hasilnya..hehehe. Banyak membaca juga sangat menunjang dalam menulis artikel. Saya sangat gila membaca…terutama buku-buku pengembangan diri dan ke-entrepreneur-an. Pemikiran-pemikiran yang saya tuangkan dalam artikel, saya dapatkan dan olah dari buku-buku tersebut. Demikian juga dalam membuat tutorial…intinya, sajikan secara sederhana, tapi mudah dipahami.
Sebagai self employee, bagaimana mengatur nupinupi agar teratur?mengingat kadang kalau orang bekerja sendiri, disiplin waktu dan manajemennya berantakan.
a. Memperhatikan. Perhatikan cara kerja/manajemen suatu usaha yang besar. Contoh caranya. Misalnya, ketika saya belanja bahan..saya sering ngobrol dengan pelayan tokonya. Obrolan ringan, tapi saya selipkan pertanyaan-pertanyaan yang ‘penting’. Cara kontrol stok bagaimana, cara mengorganisir stok-stoknya bagaimana, dll. Catat dalam hati…di jalan, kalau bosan baca buku atau bengong, saya keluarkan note…catat hasil ‘wawancara’ tadi. Suatu saat, akan saya olah hal tersebut, supaya bisa saya terapkan di ‘perusahaan’ saya. Atau, tidak perlu jauh-jauh…dulu saya pernah bekerja di perusahaan. Sebagian besar cara kerjanya saya jiplak dari perusahaan tersebut. Meskipun usaha saya rintisan, tapi saya ingin usaha saya kelak menjadi besar. Dan untuk menjadi besar, saya harus siap ‘sejak kecil’. Kalau ada yang mengatakan saya ambisius…oke, silakan. Tapi bagi saya, sebuah pekerjaan, sekecil apapun itu..kalau ingin berhasil, harus dipersiapkan. Baik secara konsep maupun alurnya. Karena, waktu yang kita lalui itu tidak akan kembali lagi…kenapa masih berkutat dengan lagu lama…”santai saja, jalani saja, nggak usah ngoyo, yang penting dijalani dengan hati”… Tuhan saya memerintahkan hamba-Nya untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kalau jalani saja atau nggak usah ngoyo..buat saya itu hanya sebuah alasan. Ketika ketika kita melakukan sesuatu…berusahalah sekuat mungkin, sebaik mungkin, semaksimal mungkin. Nah, mengenai hasilnya…baruuu..kita serahkan kepada-Nya. Bagus atau jelek…tidak terlalu saya pikirkan, karena yang penting adalah prosesnya. Karena antara ‘ngoyo’ dengan berusaha semaksimal mungkin itu hampir tidak bisa dibedakan, tapi hasil dan efeknya jauh berbeda. Dan, apa yang kita dapat hari ini adalah hasil pekerjaan kita di masa lalu. Jadi, bagi saya…kita harus punya target dalam menjalani sesuatu. Kalau kita ‘bekerja’ dengan berpegang teguh pada syariat, insyaallah itu sudah otomatis bekerja dengan hati. Waktu (umur) kita hanya sebentar…saya ingin, hasil kerja saya tidak hanya bermanfaat untuk keluarga saya, tapi juga orang banyak. Jadi, tidak ada waktu bagi saya untuk “mengalir begitu saja”…. ^^
b. Punya visi-misi, atau bahasa sederhananya, tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Ini juga menjadi kontrol, ketika saya mulai “melemah”… saya ingatkan kembali diri sendiri, tentang visi misi yang harus saya wujudkan, sebelum ajal menjemput. Mungkin salah satu penyebab para self employee itu disiplin dan manajemennya berantakan karena “mengalir begitu saja”…jadi ketika mereka melemah, tidak ada support sedikitpun terhadap diri sendiri. “alah…ini juga kerja sambilan, iseng-iseng daripada nganggur”…atau “alah…buat apa ngoyo,nanti malah stress”… Manusia di beri kemampuan yang sangat luar biasa, jauh dari yang kita sadari. Manfaatkan…dengan cara belajar sebanyak-banyaknya. Memiliki visi-misi otomatis juga mendorong kita untuk belajar banyak hal baru. Kok bisa? Visi misi saya, ingin usaha saya bisa bermanfaat bagi banyak orang (misal), caranya? Nah…saya harus belajar/mencari tahu. Semakin banyak visi-misi kita, semakin banyak pula yang harus kita pelajari, dan di masa depan…semakin banyak juga yang kita kuasai. Ini jika kita komitmen dengan visi misi tersebut lho ya.. Kalau tidak, ya sama saja.
cita2 atau target yang belum kesampean apa nih mba?
Banyak sekali. Membuat buku, memiliki kantor sendiri (yang terpisah dari rumah), keliling Indonesia karena flanel, sehingga bisa bertemu dengan teman-teman crafter di dunia maya,… lebih dari 50 cita-cita…hihihihi.
Ada pesan/tips untuk teman-temanFQ ?
Setiap pencapaian selalu ada pengorbanan. Jika anda malas untuk berusaha dan berkorban, mengapa berharap sesuatu? Toh tidak ada yang anda berikan, mengapa harus menerima?! Jika anda malas untuk meningkatkan kualitas diri, mengapa berharap peningkatan pencapaian? Jika malas mencoba, mengapa berharap berhasil? (motivasi-islam.com)
Thanks sharingnya mba Prapti, mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua ya :)
kunjungi juga Fanpage Nupi-Nupi : https://www.facebook.com/Nupinupi
blog Nupi-Nupi : http://www.nupinupi.com/
kontributor : Linda
Sunday, August 12, 2012
Felt Crafter Profile 1 : Pratiwi Susanthy (Tiwi Felt)
Hai semua :) mulai sekarang blog FlanelQta bakal diisi dengan profil felt crafter.Tujuannya agar bisa bisa menjadi sumber inspirasi & motivasi teman-teman untuk terus berkarya. kita mulai dari mbak yang satu ini ya. Yang join di grup FlanelQta pasti kenal dengan mba Pratiwi Susanthy . Yup, mbak Tiwi ini salah satu Admin grup FlanelQta. Ditengah-tengah kesibukannya urus keluarga & berkreasi dengan flanel, mba tiwi bersedia nih ditanya-tanya en diajak share pengalamannya. berikut ini sekilas ceritanya
Tahun 2008 akhir pas lagi kerja (editor buku pelajaran ekonomi di penerbit buku) ngobrol2 sama temen ttg cita2. gak tau kenapa inget buku yg dilihat di toko buku tahun 2003. trus iseng bilang ke dia,"aku pengen usaha flanel".
ternyata di kantor ada teman yang tau flanel n pernah berkreasi dengan flanel. dia anggota FQ juga,astuti krisnawati,kebetulan dia bekerja sebagai setter. Dari dia aku dikenali dengan kain2 flanel. akhirnya kita janjian untuk menjahit di sela2 kerja.kadang memanfaatkan fasilitas internet kantor untuk mencari pola2 atau mencari kreasi2 flanel sebagai inspirasi.
dari hasil menjahit di kantor,jadilah pernak pernik (ikat rambut,pin,gantungan kunci). Suatu hari sepupu yg masih SD main ke rumah dan melihat kreasi2 itu. "aku jualin ya,mbak!"
Singkat cerita,tiap minggu jadilah aku jual pernak pernikku ke temen2 SD sepupu :-D
hihi padahal mah,aslinya blum kepikiran buat dijual
April 2009 Bismillah akhirnya resign dari penerbit buku,memutuskan fokus untuk jadi ibu rumah tangga :-D saat itu gak tau kenapa yakin,pengen menjadikan usaha flanel sebagai sampingankenapa sampingan? karena tugas utamaku adalah ibu RT :-P sesuka suka nya kita sama hobi atau usaha kita,tetep harus menomorsatukan kewajiban kita :-)
kreasi apa aja nih yang dibuat dari felt? yang jadi andalan en jadi "Tiwi Felt" banget kreasi yang mana?
kreasi yg selama ini dibuat ada gantungan kunci,gantungan hp,boneka, ikat rambut,bros,cake,aplikasi kaos flanel,aplikas handuk,baby shoe,magnet kulkas,bantal.
Yang jadi andalan,yang baru2 ini dibuat,TINY DOLL :-D :-D
awalnya terinspirasi dari salah 1 admin FQ. trus iseng2 pengen buat sesuai ciri khas tiwi,ownernya yg kurus,akhirnya jadilah si tiny :-D
Wow, banyak banget ya kreasinya, pas ngintip-ngintip album FB nya pun berserakan foto-foto kreasinya yang keren! Nah, kan media berkreasi itu banyak, kenapa mba Tiwi pilih felt/flanel?
yang dipikiran pertama kali waktu liat felt,warna kainnya cerah2 banget n bahannya unik. kenapa unik?lemes engga,kaku engga.
ada kalanya sebagai felt crafter, muncul kejenuhan. kalo mba sendiri, mengatasi kejenuhan itu dgn cara apa?
oo kalo jenuh,sekarang cukup dengan obat: BROWSING blog orang luar.mantap deh langsung ilang jenuhnya :-D
suka dukanya jadi felt crafter selama ini ?
banyak sukanya sih karena aku suka ngerjain kreasi ini. dukanya ada,tapi kadang suka dilupain gitu aja kao udah dicurhatin ke temen :-D
awal2,bete banget sma yg namanya tukang kopas khu khu khu. klo diladenin mah capek,soalnya kan kita gak ketemu langsung, percuma ngomong lewat dunia maya,enakan ketemu langsung
tapi bukan berarti aku pasrah2 aja lho. kalo ketemu tukang kopas,aku langsung inbox dia,nanya baik2,bilang aku gak suka kalo fotoku di kopas bla bla bla,abis itu ikhlas
cita2 atau target yang belum kesampean apa nih mba?
cita2 dari awal,pengen bikin buku kreasi flanel tapi karyanya yg bener2 hasil karya tiwi bener2 ada ciri khasnya gitu :)
Amin! mudah-mudahan segera tercapai targetnya. ada pesan2 atau tips untuk teman2 FlanelQta?
untuk yang mo mulai usaha flanel: jangan pernah takut untuk memulai,PD aja lagi
untuk yang ngerasa ko jualannya gak laku2: ayo donk promosiin terus,jangan maluuuu :-D
yang pasti, be creative :)
Kunjungi Blognya untuk kenal lebih dekat :) : http://tiwifelt.blogspot.com

Mba, cerita dooong, pertama kali kenalan sama felt/flanel tuh sejarah nya gmana?
jaman dahulu kala,kira2 jaman kuliah tahun 2003an main ke toko buku lihat buku flanel. langsung tertarik pengen bikin karena dipikir gampang banget .masalahnya engga tau dimana harus beli bahan2nya akhirnya kelupaan deh mo mulai bikin.Tahun 2008 akhir pas lagi kerja (editor buku pelajaran ekonomi di penerbit buku) ngobrol2 sama temen ttg cita2. gak tau kenapa inget buku yg dilihat di toko buku tahun 2003. trus iseng bilang ke dia,"aku pengen usaha flanel".
ternyata di kantor ada teman yang tau flanel n pernah berkreasi dengan flanel. dia anggota FQ juga,astuti krisnawati,kebetulan dia bekerja sebagai setter. Dari dia aku dikenali dengan kain2 flanel. akhirnya kita janjian untuk menjahit di sela2 kerja.kadang memanfaatkan fasilitas internet kantor untuk mencari pola2 atau mencari kreasi2 flanel sebagai inspirasi.
dari hasil menjahit di kantor,jadilah pernak pernik (ikat rambut,pin,gantungan kunci). Suatu hari sepupu yg masih SD main ke rumah dan melihat kreasi2 itu. "aku jualin ya,mbak!"
Singkat cerita,tiap minggu jadilah aku jual pernak pernikku ke temen2 SD sepupu :-D
hihi padahal mah,aslinya blum kepikiran buat dijual
April 2009 Bismillah akhirnya resign dari penerbit buku,memutuskan fokus untuk jadi ibu rumah tangga :-D saat itu gak tau kenapa yakin,pengen menjadikan usaha flanel sebagai sampingankenapa sampingan? karena tugas utamaku adalah ibu RT :-P sesuka suka nya kita sama hobi atau usaha kita,tetep harus menomorsatukan kewajiban kita :-)
kreasi apa aja nih yang dibuat dari felt? yang jadi andalan en jadi "Tiwi Felt" banget kreasi yang mana?
Yang jadi andalan,yang baru2 ini dibuat,TINY DOLL :-D :-D
awalnya terinspirasi dari salah 1 admin FQ. trus iseng2 pengen buat sesuai ciri khas tiwi,ownernya yg kurus,akhirnya jadilah si tiny :-D
Wow, banyak banget ya kreasinya, pas ngintip-ngintip album FB nya pun berserakan foto-foto kreasinya yang keren! Nah, kan media berkreasi itu banyak, kenapa mba Tiwi pilih felt/flanel?
yang dipikiran pertama kali waktu liat felt,warna kainnya cerah2 banget n bahannya unik. kenapa unik?lemes engga,kaku engga.
ada kalanya sebagai felt crafter, muncul kejenuhan. kalo mba sendiri, mengatasi kejenuhan itu dgn cara apa?
oo kalo jenuh,sekarang cukup dengan obat: BROWSING blog orang luar.mantap deh langsung ilang jenuhnya :-D
suka dukanya jadi felt crafter selama ini ?
banyak sukanya sih karena aku suka ngerjain kreasi ini. dukanya ada,tapi kadang suka dilupain gitu aja kao udah dicurhatin ke temen :-D
awal2,bete banget sma yg namanya tukang kopas khu khu khu. klo diladenin mah capek,soalnya kan kita gak ketemu langsung, percuma ngomong lewat dunia maya,enakan ketemu langsung
tapi bukan berarti aku pasrah2 aja lho. kalo ketemu tukang kopas,aku langsung inbox dia,nanya baik2,bilang aku gak suka kalo fotoku di kopas bla bla bla,abis itu ikhlas
cita2 atau target yang belum kesampean apa nih mba?
cita2 dari awal,pengen bikin buku kreasi flanel tapi karyanya yg bener2 hasil karya tiwi bener2 ada ciri khasnya gitu :)
Amin! mudah-mudahan segera tercapai targetnya. ada pesan2 atau tips untuk teman2 FlanelQta?
untuk yang mo mulai usaha flanel: jangan pernah takut untuk memulai,PD aja lagi
untuk yang ngerasa ko jualannya gak laku2: ayo donk promosiin terus,jangan maluuuu :-D
yang pasti, be creative :)
Kunjungi Blognya untuk kenal lebih dekat :) : http://tiwifelt.blogspot.com
Friday, June 1, 2012
HIT N RUN
Oleh : NUPI-NUPI
Teman-teman yang berbisnis online, pernah membaca/mendengar istilah hit and run? Apa itu hit and run? Di kamus, hit = memukul, run = lari. Jadi, memukul dan lari? Hehehehehe. Saya sudah googling untuk mencari makna istilah tersebut dari sudut pandang bisnis. Tapi belum ketemu. Adanya hanya penjelasan dari beberapa blog, hit and run diartikan sebagai perilaku pelanggan, yang melakukan pemesanan barang/order/booked/deal, tapi kemudian tidak transfer (selamanya) tanpa ada penjelasan.
Saya sering membaca keluhan teman-teman penjual, terutama crafter, yang sudah menyelesaikan barang pesanan, tapi pelanggan tidak kunjung transfer dan hilang tanpa jejak. Saya sendiri (tentu) sering mengalami. Calon pelanggan begitu bersemangat inbox/sms tanya-tanya, lalu memberikan daftar orderan dan ‘mendesak’ untuk segera di total jumlah belanjanya, dan janji mau transfer. Tapi…mana? Sampai hari ini beliau tidak memberi kabar. Bahkan pembatalan sekalipun tidak ada. Hal seperti ini sangat tidak menyenangkan, tapi juga sangat biasa di dalam bisnis online. Saking biasanya, saya hanya memandang dengan perasaan datar data orderan pelanggan yang “melakukan” hit and run. Mungkin secara materi saya tidak rugi, tapi saya kehilangan waktu yang tidak bisa kembali. Sebagai ibu rumah tangga, saya melayani pelanggan ‘sambil’ melakukan pekerjaan lain. Kadang sambil mengepel, menyetrika, memasak, packing paket, belanja, di jalanan…atau sedang ‘boci’ karena pusing (kecapek’an) --- mana bisa kembali tidur kalau pelanggan sms “tolong segera di total ya mba..mau saya transfer”. Itu saya. Bagi crafter yang barang dagangannya handmade, made by order…pasti pengorbanan yang dilakukan lebih banyak lagi. Memang, itu konsekuensi kami sebagai penjual online. Tapi juga bukan hak kami (penjual) jika harus mengalami hal tersebut kan?! Karena kalau bisa malah kami hindari.
Saya memahami beberapa alasan, kenapa pelanggan melakukan hit and run :
Sudah menjadi hobi atau kesenangan. Seneng aja milih-milih dan order, lalu ditinggal. Rasanya puas.
Berubah pikiran. Entah karena plin-plan, terburu nafsu sehingga tidak berpikir matang dulu sebelum order, atau tiba-tiba ‘tidak pengen’ lagi.
Ada hal mendesak lain (bersifat tak terduga) yang harus diprioritaskan.
Pelanggan ragu/khawatir barang tidak dikirim (belum percaya OS tersebut)
......
Sebenarnya untuk setiap alasan tersebut kita bisa memakluminya, karena itu memang logis dan benar (kecuali poin 1). Tapi, akan menjadi tidak benar jika dilanjutkan dengan melakukan 'hit and run"
Kenapa hit and run itu bukan perbuatan mulia? (mulia?? --- hhahaha, bingung memilih kata. Karena secara resmi tidak bisa dikatakan salah, sebab memang belum terjadi kerugian secara nyata dari pihak penjual). Hit and run adalah masalah etika. Jelas-jelas kita tidak pernah merayu atau memaksanya order. Dia sendiri yang memilih-milih, dia sendiri yang order, dia sendiri yang janji transfer….lalu kenapa tidak dilakukan? Pelaku sesungguhnya sedang menunjukkan kualitas moralnya, bahwa dia orang yang kurang bertanggungjawab. Bisa dibayangkan…dia sedang menulisi dahinya dengan spidol hitam “aku bukan orang yang bertanggungjawab, please..jangan mempercayaiku apapun yang terjadi”….hahahahahaha… Tidak sadar kan bahwa “anda” sedang melakukan itu ^^v
Ketika kita berhadapan dengan pelanggan yang tidak beretika, kita tidak bisa memberinya ‘hukuman’ badan atau sanksi materi. Kita hanya bisa memberikan sanksi moral.
Lalu, adakah cara mengenali pelanggan yang ‘hobi’ atau berpotensi melakukan hit and run? Pengalaman saya masih sedikit, jadi belum bisa mendeteksi dan mengenali secara akurat. Saya hanya mengandalkan feeling dan pola-pola tertentu.
Calon pelanggan yang masih anak-anak/bocah (minimal SMP), biasanya tidak serius order. Saya yakin dia sangat ingin membeli, tapi tidak mampu…karena terbentur masalah uang saku (belum bisa menghasilkan uang sendiri, minta ortu juga belum tentu di beri)
Pelanggan order dengan jumlah yang ‘aneh’. Membeli lusinan jelas lebih murah, tapi dia order jepit otomatis 10 pc, magnet kulkas 8 pc… Pokoknya serba nanggung… Kalau yang seperti ini, feeling saya hampir selalu tepat.
Ongkos kirim lebih mahal dari jumlah belanja. Biasanya juga ‘bablas’
Membeli dengan jumlah sangat sedikit, sehingga jumlahnya lebih sedikit meskipun ongkos kirimnya murah (terlihat kalau iseng/basa-basi)
Itulah tanda-tanda awal ‘potensi’ hit and run yang selama ini saya amati. Tapi pola-pola tersebut tidak mutlak. Kadang ada pelanggan yang cara order dan daftar orderannya ‘normal’ melakukan hit and run. Atau pelanggan yang menepati janji (transfer) meskipun ongkos kirim jauh lebih besar dari nominal belanjanya. Jadi saya tetap mengandalkan feeling. Dan itu susah untuk dijelaskan… ^^v
Pelanggan berpotensi hit and run memang agak susah dideteksi, tapi kita bisa meminimalisasi kasus hit and run di OS kita. Caranya :
Membuat aturan yang jelas, lugas (tidak bermakna ganda), dan tegas. Sounding secara kontinyu kepada pelanggan tentang aturan-aturan tersebut. Misal : saya secara rutin mengumumkan di status mengenai cara order, sistem pembayaran, pengiriman paket, dan konsekuensi jika melakukan hit and run.
Tidak cukup membuatnya, kita juga harus menegakkan aturan yang kita buat sendiri. Seperti prinsip hukum pacta sunt servanda, perjanjian adalah undang-undang bagi para pihak yang membuatnya. Maka wajib ditaati, meskipun yang membuat salah satu pihak (penjual). Jika pihak pembeli tidak setuju dengan aturan main di OS tersebut, relakan dia mencari OS lain. Dan asas hukum di Indonesia menyatakan, ketika norma hukum ditetapkan, pada saat itu setiap orang dianggap tahu peraturan/hukum tersebut. Maka, ini menjadi kekuatan “hukum” bagi pihak penjual untuk menegakkan aturan yang dibuatnya. Misal : saya menetapkan konsekuensi bagi pelanggan yang melakukan hit and run dengan mem-blacklist-nya. Jika ada pelanggan yang protes karena saya masukkan daftar blacklist, dengan dalih tidak tahu aturan tersebut/tidak diperingatkan/tidak di tagih..…tentu saya kembalikan ke prinsip “setiap pelanggan, saya anggap tahu peraturan yang saya buat”, karena sudah sangat jelas dan secara rutin saya sounding. Lagipula, toleransi waktu yang saya berikan cukup panjang. Dua minggu tidak ada kabar (pending/cancel), otomatis masuk blacklist. Dalam kondisi normal, dua minggu waktu yang terlalu panjang bagi pelanggan yang serius order/beritikad baik (Tidak termasuk yang sejak awal sudah memberi informasi bahwa transfernya (misal) dua minggu lagi, atau bulan depan nunggu gajian. Itu berarti sudah memberikan keterangan, bukan tanpa kabar sama sekali. Saya tidak akan bisa tahu apalagi paham tentang sikon pelanggan kalau tidak ada informasi kan?!)
Menetapkan ‘sanksi’ bagi pelaku hit and run. Peraturan tanpa sanksi bagi pelanggar, ibarat macan ompong. Sanksinya apa saja? Ini tergantung OS masing-masing. Kalau saya, jika pelanggan melakukan hit and run, otomatis masuk daftar blacklist. Sanksinya : jika lain waktu order lagi, tidak akan saya respon. Dan jika Nupinupi mengadakan giveaway, dia tidak punya kesempatan untuk menang. Ikut boleh, tapi tidak bakal menang.
Rubah cara bersikap anda. Berdasarkan pengamatan saya, setiap crafter/pelaku bisnis online… biasanya punya karakteristik pelanggan yang serupa. Maksud saya begini, crafter A sangat sering menjadi korban hit and run atau ditipu pelanggan. Bisa dikatakan, banyak pelanggan crafter A yang berkarakter ‘iseng’, tidak serius order dan berniat buruk sejak awal. Tapi sebaliknya, crafter B sangat jarang menjadi korban hit and run atau penipuan. Pelanggan-pelanggannya malah sebagian besar loyal dan dapat dipercaya. Kenapa bisa seperti itu?Itu karena sikap dari masing-masing crafter tersebut. Crafter A terlihat tidak punya ketegasan, lembek, dan kepercayaan dirinya kurang. Itu bisa dilihat dari cara melayani pelanggan, aturan-aturan yang dibuatnya, cara menerapkan dan eksekusinya jika terjadi masalah. Maka, kecenderungan pelanggan-pelanggan yang menghampirinya juga seragam, yaitu orang-orang yang tahu, bahwa crafter tersebut mudah dipermainkan. Sebaliknya, crafter B adalah orang yang tegas (tapi bukan berarti judes/galak lho yaa… ^^) dan waspada. Maka, pelanggan-pelanggan ‘iseng’ juga tidak akan berani mendekat. Karena tahu konsekuensinya jika ‘berani macam-macam’, dan dia tahu persis, crafter B komitmen dengan aturan yang dibuatnya. Bisa dipahami?
Jadi, jika teman-teman merasa sering jadi korban hit and run atau penipuan oleh pelanggan, silakan koreksi diri terlebih dahulu. Pasti ada yang salah dengan sikap/cara berpikir anda selama ini (kurang waspada). Sehingga dianggap sebagai sasaran empuk pelanggan-pelanggan yang tidak punya etika :)
Secara pribadi, saya tidak masalah jika ada pelanggan yang menunda pembayaran atau membatalkan orderan. Karena barang-barang ‘dagangan’ saya bukan made by order, misal anda membatalkan pembelian, bisa dengan mudah saya jual kepada pelanggan lain. Tapi, tetap saja itu tidak beretika. Apalagi jika yang di order adalah barang-barang made by order, tentu ada perjuangan berat di balik proses pembuatannya. Pikirkanlah secara matang, apakah anda benar-benar akan berbelanja/membutuhkannya, atau hanya keinginan sesaat. Sehingga berakibat anda menyesal dan melakukan hit and run karena tidak mau repot/peduli dengan janji yang anda buat sendiri. Silakan bertanya-tanya mengenai barang-barang yang diminati. Tidak masalah bertanya tanpa membeli (asal bukan bertanya cara membuatnya yaa..). Tapi, kalau sudah sampai tahap order, berarti anda sudah membuat kesepakatan. Itu yang harus ditepati. Jika memang tidak berminat, sudah...tidak usah -basa-basi- mengatakan "oke sis, besok saya transfer ya..."
Intinya, mari kita saling menghargai, agar tidak ada pihak yang didzolimi :)
* thank's to good buyer Nupinupi :)
Teman-teman yang berbisnis online, pernah membaca/mendengar istilah hit and run? Apa itu hit and run? Di kamus, hit = memukul, run = lari. Jadi, memukul dan lari? Hehehehehe. Saya sudah googling untuk mencari makna istilah tersebut dari sudut pandang bisnis. Tapi belum ketemu. Adanya hanya penjelasan dari beberapa blog, hit and run diartikan sebagai perilaku pelanggan, yang melakukan pemesanan barang/order/booked/deal, tapi kemudian tidak transfer (selamanya) tanpa ada penjelasan.
Saya sering membaca keluhan teman-teman penjual, terutama crafter, yang sudah menyelesaikan barang pesanan, tapi pelanggan tidak kunjung transfer dan hilang tanpa jejak. Saya sendiri (tentu) sering mengalami. Calon pelanggan begitu bersemangat inbox/sms tanya-tanya, lalu memberikan daftar orderan dan ‘mendesak’ untuk segera di total jumlah belanjanya, dan janji mau transfer. Tapi…mana? Sampai hari ini beliau tidak memberi kabar. Bahkan pembatalan sekalipun tidak ada. Hal seperti ini sangat tidak menyenangkan, tapi juga sangat biasa di dalam bisnis online. Saking biasanya, saya hanya memandang dengan perasaan datar data orderan pelanggan yang “melakukan” hit and run. Mungkin secara materi saya tidak rugi, tapi saya kehilangan waktu yang tidak bisa kembali. Sebagai ibu rumah tangga, saya melayani pelanggan ‘sambil’ melakukan pekerjaan lain. Kadang sambil mengepel, menyetrika, memasak, packing paket, belanja, di jalanan…atau sedang ‘boci’ karena pusing (kecapek’an) --- mana bisa kembali tidur kalau pelanggan sms “tolong segera di total ya mba..mau saya transfer”. Itu saya. Bagi crafter yang barang dagangannya handmade, made by order…pasti pengorbanan yang dilakukan lebih banyak lagi. Memang, itu konsekuensi kami sebagai penjual online. Tapi juga bukan hak kami (penjual) jika harus mengalami hal tersebut kan?! Karena kalau bisa malah kami hindari.
Saya memahami beberapa alasan, kenapa pelanggan melakukan hit and run :
Sudah menjadi hobi atau kesenangan. Seneng aja milih-milih dan order, lalu ditinggal. Rasanya puas.
Berubah pikiran. Entah karena plin-plan, terburu nafsu sehingga tidak berpikir matang dulu sebelum order, atau tiba-tiba ‘tidak pengen’ lagi.
Ada hal mendesak lain (bersifat tak terduga) yang harus diprioritaskan.
Pelanggan ragu/khawatir barang tidak dikirim (belum percaya OS tersebut)
......
Sebenarnya untuk setiap alasan tersebut kita bisa memakluminya, karena itu memang logis dan benar (kecuali poin 1). Tapi, akan menjadi tidak benar jika dilanjutkan dengan melakukan 'hit and run"
Kenapa hit and run itu bukan perbuatan mulia? (mulia?? --- hhahaha, bingung memilih kata. Karena secara resmi tidak bisa dikatakan salah, sebab memang belum terjadi kerugian secara nyata dari pihak penjual). Hit and run adalah masalah etika. Jelas-jelas kita tidak pernah merayu atau memaksanya order. Dia sendiri yang memilih-milih, dia sendiri yang order, dia sendiri yang janji transfer….lalu kenapa tidak dilakukan? Pelaku sesungguhnya sedang menunjukkan kualitas moralnya, bahwa dia orang yang kurang bertanggungjawab. Bisa dibayangkan…dia sedang menulisi dahinya dengan spidol hitam “aku bukan orang yang bertanggungjawab, please..jangan mempercayaiku apapun yang terjadi”….hahahahahaha… Tidak sadar kan bahwa “anda” sedang melakukan itu ^^v
Ketika kita berhadapan dengan pelanggan yang tidak beretika, kita tidak bisa memberinya ‘hukuman’ badan atau sanksi materi. Kita hanya bisa memberikan sanksi moral.
Lalu, adakah cara mengenali pelanggan yang ‘hobi’ atau berpotensi melakukan hit and run? Pengalaman saya masih sedikit, jadi belum bisa mendeteksi dan mengenali secara akurat. Saya hanya mengandalkan feeling dan pola-pola tertentu.
Calon pelanggan yang masih anak-anak/bocah (minimal SMP), biasanya tidak serius order. Saya yakin dia sangat ingin membeli, tapi tidak mampu…karena terbentur masalah uang saku (belum bisa menghasilkan uang sendiri, minta ortu juga belum tentu di beri)
Pelanggan order dengan jumlah yang ‘aneh’. Membeli lusinan jelas lebih murah, tapi dia order jepit otomatis 10 pc, magnet kulkas 8 pc… Pokoknya serba nanggung… Kalau yang seperti ini, feeling saya hampir selalu tepat.
Ongkos kirim lebih mahal dari jumlah belanja. Biasanya juga ‘bablas’
Membeli dengan jumlah sangat sedikit, sehingga jumlahnya lebih sedikit meskipun ongkos kirimnya murah (terlihat kalau iseng/basa-basi)
Itulah tanda-tanda awal ‘potensi’ hit and run yang selama ini saya amati. Tapi pola-pola tersebut tidak mutlak. Kadang ada pelanggan yang cara order dan daftar orderannya ‘normal’ melakukan hit and run. Atau pelanggan yang menepati janji (transfer) meskipun ongkos kirim jauh lebih besar dari nominal belanjanya. Jadi saya tetap mengandalkan feeling. Dan itu susah untuk dijelaskan… ^^v
Pelanggan berpotensi hit and run memang agak susah dideteksi, tapi kita bisa meminimalisasi kasus hit and run di OS kita. Caranya :
Membuat aturan yang jelas, lugas (tidak bermakna ganda), dan tegas. Sounding secara kontinyu kepada pelanggan tentang aturan-aturan tersebut. Misal : saya secara rutin mengumumkan di status mengenai cara order, sistem pembayaran, pengiriman paket, dan konsekuensi jika melakukan hit and run.
Tidak cukup membuatnya, kita juga harus menegakkan aturan yang kita buat sendiri. Seperti prinsip hukum pacta sunt servanda, perjanjian adalah undang-undang bagi para pihak yang membuatnya. Maka wajib ditaati, meskipun yang membuat salah satu pihak (penjual). Jika pihak pembeli tidak setuju dengan aturan main di OS tersebut, relakan dia mencari OS lain. Dan asas hukum di Indonesia menyatakan, ketika norma hukum ditetapkan, pada saat itu setiap orang dianggap tahu peraturan/hukum tersebut. Maka, ini menjadi kekuatan “hukum” bagi pihak penjual untuk menegakkan aturan yang dibuatnya. Misal : saya menetapkan konsekuensi bagi pelanggan yang melakukan hit and run dengan mem-blacklist-nya. Jika ada pelanggan yang protes karena saya masukkan daftar blacklist, dengan dalih tidak tahu aturan tersebut/tidak diperingatkan/tidak di tagih..…tentu saya kembalikan ke prinsip “setiap pelanggan, saya anggap tahu peraturan yang saya buat”, karena sudah sangat jelas dan secara rutin saya sounding. Lagipula, toleransi waktu yang saya berikan cukup panjang. Dua minggu tidak ada kabar (pending/cancel), otomatis masuk blacklist. Dalam kondisi normal, dua minggu waktu yang terlalu panjang bagi pelanggan yang serius order/beritikad baik (Tidak termasuk yang sejak awal sudah memberi informasi bahwa transfernya (misal) dua minggu lagi, atau bulan depan nunggu gajian. Itu berarti sudah memberikan keterangan, bukan tanpa kabar sama sekali. Saya tidak akan bisa tahu apalagi paham tentang sikon pelanggan kalau tidak ada informasi kan?!)
Menetapkan ‘sanksi’ bagi pelaku hit and run. Peraturan tanpa sanksi bagi pelanggar, ibarat macan ompong. Sanksinya apa saja? Ini tergantung OS masing-masing. Kalau saya, jika pelanggan melakukan hit and run, otomatis masuk daftar blacklist. Sanksinya : jika lain waktu order lagi, tidak akan saya respon. Dan jika Nupinupi mengadakan giveaway, dia tidak punya kesempatan untuk menang. Ikut boleh, tapi tidak bakal menang.
Rubah cara bersikap anda. Berdasarkan pengamatan saya, setiap crafter/pelaku bisnis online… biasanya punya karakteristik pelanggan yang serupa. Maksud saya begini, crafter A sangat sering menjadi korban hit and run atau ditipu pelanggan. Bisa dikatakan, banyak pelanggan crafter A yang berkarakter ‘iseng’, tidak serius order dan berniat buruk sejak awal. Tapi sebaliknya, crafter B sangat jarang menjadi korban hit and run atau penipuan. Pelanggan-pelanggannya malah sebagian besar loyal dan dapat dipercaya. Kenapa bisa seperti itu?Itu karena sikap dari masing-masing crafter tersebut. Crafter A terlihat tidak punya ketegasan, lembek, dan kepercayaan dirinya kurang. Itu bisa dilihat dari cara melayani pelanggan, aturan-aturan yang dibuatnya, cara menerapkan dan eksekusinya jika terjadi masalah. Maka, kecenderungan pelanggan-pelanggan yang menghampirinya juga seragam, yaitu orang-orang yang tahu, bahwa crafter tersebut mudah dipermainkan. Sebaliknya, crafter B adalah orang yang tegas (tapi bukan berarti judes/galak lho yaa… ^^) dan waspada. Maka, pelanggan-pelanggan ‘iseng’ juga tidak akan berani mendekat. Karena tahu konsekuensinya jika ‘berani macam-macam’, dan dia tahu persis, crafter B komitmen dengan aturan yang dibuatnya. Bisa dipahami?
Jadi, jika teman-teman merasa sering jadi korban hit and run atau penipuan oleh pelanggan, silakan koreksi diri terlebih dahulu. Pasti ada yang salah dengan sikap/cara berpikir anda selama ini (kurang waspada). Sehingga dianggap sebagai sasaran empuk pelanggan-pelanggan yang tidak punya etika :)
Secara pribadi, saya tidak masalah jika ada pelanggan yang menunda pembayaran atau membatalkan orderan. Karena barang-barang ‘dagangan’ saya bukan made by order, misal anda membatalkan pembelian, bisa dengan mudah saya jual kepada pelanggan lain. Tapi, tetap saja itu tidak beretika. Apalagi jika yang di order adalah barang-barang made by order, tentu ada perjuangan berat di balik proses pembuatannya. Pikirkanlah secara matang, apakah anda benar-benar akan berbelanja/membutuhkannya, atau hanya keinginan sesaat. Sehingga berakibat anda menyesal dan melakukan hit and run karena tidak mau repot/peduli dengan janji yang anda buat sendiri. Silakan bertanya-tanya mengenai barang-barang yang diminati. Tidak masalah bertanya tanpa membeli (asal bukan bertanya cara membuatnya yaa..). Tapi, kalau sudah sampai tahap order, berarti anda sudah membuat kesepakatan. Itu yang harus ditepati. Jika memang tidak berminat, sudah...tidak usah -basa-basi- mengatakan "oke sis, besok saya transfer ya..."
Intinya, mari kita saling menghargai, agar tidak ada pihak yang didzolimi :)
* thank's to good buyer Nupinupi :)
Subscribe to:
Posts (Atom)








